Tampilkan postingan dengan label website. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label website. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2011

PHP

Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

Kelebihan PHP Dari Bahasa Pemrograman Lain

Beberapa kelebihan PHP dari bahasa pemrograman web, antara lain:
  1. 'Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.'
  2. 'Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.'
  3. 'Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.'
  4. 'Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.'
  5. 'PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.'

Tipe data

PHP memiliki 8 (delapan) tipe data yaitu :
  1. Integer
  2. Double
  3. Boolean
  4. String
  5. Object
  6. Array
  7. Null
  8. Nill
  9. Resource
Sumber Informasi

Kamis, 25 Agustus 2011

Perbedaan Website dinamis dan statis

Dah lama gak pernah tulis-tulis lagi. di blog baru ini aku akan meberikan panduan bagaimana sih menjadi seorang webmaster. Sambil tulis-tulis aku juga sambil belajar lah. kita di mari belajar bareng-bareng aja sob, saling sering lah tentang menjadi webmater. Dalam posting kali ini, aku akan membahas tentang apa sih perbedaan website dinamis dan statis. So, simak baik-baik, tapi jangan terlalu serius juga liatnya ntra matanya copot,hahahhahahaha. ok deh langsung ke bahasan sesuai topik. Pertama aku akan membahasa tentang website statis, website statis itu adalah website yang hanya berupa script HTML aja. website statis itu adalah website yang mana usernya gak bisa interkasi diwebsite tersebut. Contohnya website tentang berita tapi karang ini website yang memuat berita dapat digolongkan website dinamamis coz website tersebut menyediakan fasilitas buta komentar. Aku juga gak tau website dimana yang masih digolongkan website statis, kalau dulu sih banyak banget. So karang dah ngertikan website statis, kalau belum ngerti juga bsa tanya langsung lah dengan para viewer lainya dengan cara tulis komentar. ntar juga sama aku di kasih tau kalau ada yang nanya, itu juga kalau bisa. ok lah cukup untuk website statis, mari berlanjut membahasa website dinamis. wah, gak kerasa website statis aja dah banyak pembahasanya. Ok deh karang kita mulai membahasa website dinamis. website dinamis itu kebalikan dari website statis. dimana semua user dapat berinteraksi langsung dengan website. Contoh interaksi kaya kasih komenter, daftar, login, tulis status kaya di fb dll. contoh website dinamis, pasti viewer dah gak asing dengan yang namanya Facebook (FB) itu adalah website dinamasi. contoh lain kya toko bagus juga termasuk website dinamasi, wah kalau di sebutin satu-satu gak bakalan beres deh ampe tahun depan juga. yang pasti hampir semua website sekarang ini udah bisa dikatagorikan website dinamais. dah selesai ini bahasnya, sedikit tambahan bahwa website dinamis memakai script HTML(ini dh pasti), PHP (script yang berjalan di sisi server atau bisa yang lain juga selain PHP) JS(javascript, script ini adalah script yang berjalan di sisi client. scritp ini berguna mempermudah client dalam interaksi dengan website).


thanks ya bro dah mau nyimak tulisan ini, moga bermanfaat buat kalian semua